Bimawan Domas Hidayat

Hidup itu bukan cuma sekedar bekerja keras, tetapi juga bekerja cerdas!

  • Harap hubungi untuk lebih lanjut
  • +682211256660
  • saya@bimawandomashidayat.id
  • https://bimawandomashidayat.id
Me

My Professional Skills

Selain mengenai Bidang Hukum, saya juga sedikit menguasai pengetahuan di bidang Design Grafis, Teknologi, Web Development, dan Penggunaan Microsoft Office

Mengenai Ilmu Hukum 85%
Mengenai Web Development 70%
Mengenai Graphic Design 70%
Mengenai Ms. Office 80%

Komunikatif

bisa membaur dengan orang lain dengan tetap memegang teguh kesopanan.

Fleksibel

memiliki fleksibilitas yang bisa menjadi motivasi orang lain dalam menyikapi masalah

Sabar dan murah senyum

Tetap bersabar dan tersenyum dan tidak tergesa-gesa dalam usaha menyelesaikan masalah

Kreatif

Memiliki sudut pandang yang unik dan berpikir kreatif dalam melakukan pekerjaan dan menyikapi masalah

Teliti

Selalu berusaha teliti dalam berbuat dan melakukan sesuatu

Ramah

Dapat memberikan suasana santai ketika berbicara kepada orang lain

  • Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Terlengkap Seluruh Wilayah di Indonesia Ramadhan 1440 H / 2019 M


    Alhamdulillah puasa Ramadhan tahun 2019 ini jatuh pada hari Senin, 06 Mei 2019.

    Dan hari ini memasuki hari pertama bagi seluruh Umat Muslim untuk menjalankan Ibadah Puasa. Semoga dalam 30 hari kedepan ibadah puasa kita semua berjalan lancar. Amiin .

    Berikut saya berikan Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Terlengkap Seluruh Wilayah di Indonesia Ramadhan 1440 H / 2019 M





    Silahkan pilih jadwal imsakiyah berdasarkan wilayah anda.
    sumber : https://rukyatulhilal.org


    Bagi yang ingin memasang widget Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Terlengkap Seluruh Wilayah di Indonesia Ramadhan 1440 H / 2019 M , bisa copy paste kode dibawah ini di postingan blog anda .

    <iframe frameborder="0" height="100%" scrolling="yes" src="https://rukyatulhilal.org/imsakiyah/index.php?id=124" width="100%"></iframe>

  • Sexy Killers, Dokumenter Fakta tentang gelap nya bisnis batu bara , PLTU , Pihak Penguasa , dan Pemerintah dibalik penderitaan Rakyat miskin di Indonesia




    "Sexy killers". Jika dilihat dari judul nya, mungkin yang terbesit pertama kali di benak Kita para anak muda adalah tentang sesuatu yg mungkin agak nyeleneh untuk diperbincangkan. Apalagi di 2 menit pertama , kesan nyeleneh itupun makin diperkuat dengan adegan adegan yg terlihat sangat tabu bagi beberapa kalangan Masyarakat, khususnya Orang Tua.

    Entahlah, mungkin judul unik dan cuplikan diawal dokumenter hanyalah sebagai daya tarik awal agar penonton semakin tertarik dan fokus dengan isi dokumenter tersebut 😁

    Dan siapakah yang berada dibalik pembuatan dokumenter ini ? Ialah Tim Ekspedisi Indonesia Biru beserta rumah produksi WatchDoc Documentary. Sebenarnya sudah banyak film sejenis dari hasil ekspedisi mereka diantaranya : Samin vs Semen (2015), Kala Benoa (2015), The Mahuzes (2015), Asimetris (2018) dan banyak lagi puluhan judul film lain nya, yang menurut kabar bahwa film Sexy Killers (2019) ini merupakan film terakhir dari ekspedisi mereka .

    film dokumenter lain garapan WatchDoc Documentary.

    Sebenarnya film ini sudah tayang serentak di seluruh Indonesia sejak tanggal 5 April kemarin, Tapi karena saya tidak begitu update di media sosial, saya baru tau hari ini 😂

    Lalu apa isi dan bagaimana pandangan Saya tentang film dokumenter yang berjudul Sexy Killers ini ? Secara garis besar, Film ini menceritakan dampak besar pertambangan batu bara guna Pembangkit Listrik Tenaga Uap terhadap masyarakat dan lingkungan. Di film ini juga menampilkan jika adanya keterlibatan aktif para pejabat dan purnawirawan di sektor pertambangan batu bara sebagai direksi, komisaris, pemilik saham dan sebagainya yg melingkupi hal tersebut.

    Sejumlah tokoh terkenal bahkan para calon pemimpin seperti Joko Widodo, Prabowo Subianto, dan Sandiaga Uno ternyata juga memiliki kepentingan politik dan ekonomi yang besar dalam bisnis batu bara di Indonesia. Bahkan jika kita perhatikan, Nama Jenderal TNI Luhut Binsar Panjaitan pun di sebut berkali-kali didalam video ini, Karena menurut data divideo ini secara tidak langsung menyebutkan bahwa Beliaulah orang yang paling bertanggung jawab atas segala sesuatu yang berhubungan dengan bisnis batu bara dengan PLTU di Negeri ini.

    Dokumenter ini dengan secara terang-terangan mengisahkan kesulitan banyak warga di Kalimantan Timur untuk mendapatkan air bersih, serta dampak lubang pertambangan yang sepanjang 2014-2018 telah merenggut 115 nyawa, setelah ekspansi pertambangan batu bara guna PLTU tersebut. Dan fakta lain yang didapat dari film dokumenter ini adalah megaproyek PLTU di kabupaten Batang Jawa Tengah yang diresmikan oleh Presiden Jokowi Dodo pada bulan Agustus 2015 lalu.

    Hingga saat ini, Warga Batang yang sebagian besarnya adalah nelayan dan petani telah berjuang untuk menentang "proyek kotor" pembangunan PLTU Batang bersama altivis Greenpeace. Ditemukan fakta, Bahwa Megaproyek PLTU Batang ini dibangun di kawasan konservasi Laut Daerah Ujungnegoro - Roban, perairan yang masih kaya dengan ikan dan terumbu karang nya dan Dibangun di atas tanah seluas 226 hektar, sehingga "memangsa" lahan pertanian dan perkebunan produktif.

    bahkan dimenit 35:37 seorang nelayan mengekspresikan kekesalan pembangunan PLTU , Menurutnya gara-gara orang pandai, gunung malah dijual , laut ditanami besi dan PLTU malah dibangun dimana-mana sehingga  tidak ada lagi tempat di indonesia untuk tinggal dan tidak ada lagi masadepan untuk anak anak kita kelak . Bahkan istri nya sebelum meninggal mengatakan "Tolak PLTU" sehingga akhirnya ia menangis di akhir wawancara .


    berikut informasi lengkap mengenai "OLIGARKI TAMBANG DIBALIK PILPRES 2019 " yang saya dapat dari " Jaringan Advokasi Tambang (JATAM)

    Oligarki Tambang.PDF:












    yah untuk besok , siapapun yang akan terpilih saya sebagai salah satu masyarakat berharap pemerintah kita bisa lebih baik lagi kedepan nya . Amiiin .
  • Kasus Bully di Indonesia terjadi lagi, Makin Parah kah ? Pasal apa yang dapat menjerat pelaku Bully dibawah umur ? ( Pendapat )


    Baru saja tadi saat saya berselancar di Facebook  dan ada salah satu berita yang menarik perhatian saya untuk dibahas. 



    Berbicara mengenai Pe-run.dung-an  ( Kata dasar run.dung ) atau lebih dikenal dengan istilah  "Bullying".  Khusus nya di bagian pendidikan, kalangan Remaja dan atau Pelajar di Indonesia seperti nya bukan menjadi hal yang tabu lagi bagi Masyarakat kita. Karena menurut KPAI, seperti yang saya kutip di salah satu berita Voa Indonesia yang berjudul "KPAI: Kasus Kekerasan Anak dalam Pendidikan Meningkat Tahun 2018 "Bahwa Dalam konferensi pers di kantor KPAI Jakarta, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti menyoroti kasus cyberbully di kalangan siswa yang meningkat signifikan. Ia menyebutkan hingga per Tanggal 21 Desember, total ada 206 kasus, dan terus dari Tahun 2015.

    Pada Tahun 2019 ini, Terjadi lagi satu kasus baru yang sangat menghebohkan Masyarakat indonesia di Dunia Maya, Yaitu tentang Perundungan Audrey (AU) berumur 14 tahun yang di lakukan oleh 12 siswi yang berasal dari berbagai SMA di Kota Pontianak. Menurut beberapa sumber di Internet yang saya baca, berdasarkan hasil yang didapatkan KPPAD, dan Reskrim Polresta Pontianak, target pelaku sebenarnya bukanlah korban yang saat ini. Tapi kakak sepupu korban.

    "Permasalahan awal karena masalah cowok, menurut info kakak sepupu korban merupakan mantan pacar dari pelaku penganiayaan ini. Di media sosial mereka saling komentar sehingga pelaku menjemput korban karena kesal terhadap komentar itu untuk memancing agar kaka nya keluar.

    Korban sebenarnya berada di rumah, kemudian Korban dijemput dengan alasan ada yang mau disampaikan dan diomongkan. Jadi dengan seperti itu, korban bersedia ikut bersama pelaku dan dibawa ke Jalan Sulawesi. korban dijemput oleh DE untuk diantar ke rumah sepupunya PP. Sesampai di rumah PP, korban lalu dibonceng PP menggunakan sepeda motor, sementara DE menunjukkan ke arah mana korban dibawa. Keduanya yakni AU dan PP, diikuti oleh dua sepeda motor yang tidak dikenal korban.

    Saat berada di Jalan Sulawesi, korban dicegat dan kemudian tiba-tiba dari belakang, terlapor TR menyiramkan air dan menarik rambut korban hingga korban jatuh ke jalan. Setelah korban terjatuh, terlapor EC menginjak perut korban dan membenturkan kepala korban di jalan. Setelah kejadian tersebut, korban melarikan diri bersama sepupunya PP menggunakan motor dan dicegat kembali oleh TR dan LL di Taman Akcaya.

    Di taman tersebut, korban dipiting oleh TR. Sementara LL menendang perut korban. Namun karena saat kejadian dilihat masyarakat sekitar, para pelaku melarikan diri. Husni mengatakan, kejadian ini pertama kali diadukan oleh korban dan orang tuanya di Polsek Selatan seminggu setelah kejadian."

    Akibat dari Perundungan Tersebut, Korban AU (14)  pun mengalami perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Medika, Pontianak. Salah satu Pengguna twitter @syarifahmelinda bahkan menjelaskan kronologi secara detail bentuk penganiayaan yang dilakukan oleh 12 siswi SMA tersebut dan menjadi trending pertama di twitter dengan menggunakan tagar #JusticeForAudrey .

    Sekarang pasal apa yang kira kira dapat menjerat para pelaku tersebut?

    Sebelum mengetahui pasal apa yang dapat di gunakan untuk menjerat para pelaku, alangkah baik nya kita menjelaskan fakta-fakta yang didapat dari kronologi diatas.

    Pertama, Jika kita berbicara mengenai Perundungan ( Bullying ), dalam Hukum Di Indonesia belum ada pasal yang membahas jelas tentang Perundungan secara menyeluruh . Tapi jika kita lihat dalam praktek Penyelesaian kasus Perundungan yang ada di Indonesia, Sering digunakan nya "Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014" tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

    Pada pasal 54 jo pasal 9 ayat (1a) dituliskan bahwa :

    pasal 54 :
    “Anak di dalam dan di lingkungan satuan pendidikan wajib mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan fisik, psikis, kejahatan seksual, dan kejahatan lainnya yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan/atau pihak lain.”
    Pasal 9 ayat (1a) :
    “setiap anak berhak mendapatkan perlindungan di satuan Pendidikan dari kejahatan seksual dan kekerasan yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan/atau pihak lainnya”

    Jika kita tarik kesimpulan dari dua pasal diatas, maka dapat disimpulkan bahwa anak dibawah umur juga dapat disebut pelaku tindak pidana apabila melakukan suatu kekerasan dimana kekerasan yang dimaksud disini termasuk kekerasan fisik, psikis, kejahatan seksual dan atau kejahatan lain nya yang dapat menimbulkan kerugian bagi orang lain.

    Dan jika kita tarik penjelasan tersebut menuju kepada Kronologi Kasus yang di alami oleh Korban Audrey (AU) diatas, Ke 12 Pelaku tersebut sudah lah memenuhi kriteria yang sesuai dengan pasal 54 jo pasal 9 ayat (1a) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014.

    Kedua, Merujuk pada Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA), Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA) memberikan pendekatan yang menjauhkan anak dari penjara. Jadi dalam hal Tindak Pidana anak, Pengadilan terlebih dahulu mengambil langkah pendekatan Restorative Justice dengan bentuk mediasi dan diversi  . Tetapi pendekatan ini tak menjamin Pelaku anak bebas dari pidana penjara, Karena mediasi dan diversi harus juga mendapat persetujuan dari korban, apabila korban tidak mau atau tidak menerima pendekatan Restorative Justice yang diajukan,  maka perkara bisa dinaikan di Pengadilan.

    Ketiga, apabila pendekatan Restorative Justice gagal, perkara bisa dilanjutkan dengan Peradilan Pidana ( Criminal Justice ) . Dalam Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA), menyebutkan:

    “Sistem Peradilan Pidana Anak adalah keseluruhan proses penyelesaian perkara anak yang berhadapan dengan hukum, mulai tahap penyelidikan sampai dengan tahap pembimbingan setelah menjalani pidana”

    Jika mempermasalahkan umur dari ke 12 Pelaku tersebut yang katanya dibawah umur ( testimonium de auditum dari postingan fb ),  Untuk mengajukan seorang anak ke depan sidang pengadilan, terdapat batasan umur layak tidaknya anak tersebut diajukan di depan persidangan.

    Dalam Undang-Undang No 3 tahun 1997 Pasal 1 butir 1 yang sejalan dengan
    rumusan Pasal 4 ayat (1) menjelaskan :

    Pasal 1 butir 1 yaitu :
    Anak adalah orang yang dalam perkara anak nakal telah mencapai umur 8 (delapan) tahun tetapi belum mencapai 18 (delapan belas) tahun dan belum pernah kawin.
    Pasal 4 ayat (1) yaitu : Batas umur anak nakal yang dapat diajukan
    ke sidang anak adalah sekurang-kurangnya 8 (delapan) tahun tetapi belum mencapai 18 (delapan belas) tahun dan belum pernah kawin

    Jika ditarik kesimpulan Dari kedua pasal tersebut, dapat dilihat bahwa yang disebut sebagai anak yang dapat diperkarakan atau dibawah ke sidang anak hanyalah anak yang berumur antara 8 tahun sampai 18 tahun dan belum pernah kawin. ( untuk lebih lengkap nya liat di penjelasan pasal diatas )

    Dan jika kita tarik penjelasan tersebut menuju kepada Kronologi Kasus yang di alami oleh Korban Audrey (AU) diatas, Ke 12 Pelaku utama tersebut sudah lah memenuhi kriteria yang sesuai dengan UU No 3 tahun 1997 Pasal 1 butir 1 yang sejalan dengan rumusan Pasal 4 ayat (1) .

    keempat, di sisi lain UU Perlindungan Anak juga memiliki aspek perdata yaitu diberikannya hak kepada anak korban Perundungan (bullying) untuk menuntut ganti rugi materil/immateril terhadap pelaku kekerasan.

    Hal ini diatur dalam Pasal 71D ayat (1) Jo Pasal 59 ayat (2) huruf i Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 sebagai berikut:

    Pasal 71D ayat (1) UU No 35 tahun 2014:
    Setiap Anak yang menjadi korban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (2) huruf b, huruf d, huruf f, huruf h, huruf i, dan huruf j berhak mengajukan ke pengadilan berupa hak atas restitusi yang menjadi tanggung jawab pelaku kejahatan.
    Pasal 59 ayat (2) huruf i UU No 35 tahun 2014:
    Perlindungan Khusus kepada Anak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan kepada:
    i. Anak korban kekerasan fisik dan/atau psikis;..

    Dalam UU No. 11 Tahun 2012 :


    Pasal 71 ayat 1

    Dimana Jenis pidana pokok yang dapat dijatuhkan terhadap anak nakal adalah: pidana peringatan, pidana dengan syarat (pembinaan di luar lembaga, pelayanan masyarakat atau pengawasan), pelatihan kerja, pembinaan dalam lembaga dan penjara.

    Pasal 81 ayat 2
    Pidana penjara anak nakal maksimum ½ dari ancaman maksimum pidana penjara orang dewasa.

    Pasal 26 ayat 2
    Jika anak nakal diancam pidana mati atau seumur hidup, sehingga pidana maksimumnya 10 (sepuluh) tahun

    Pasal 26 ayat 3
    Jika anak diancam pidana mati atau seumur hidup, tetapi ia belum berusia 12 (dua belas) tahun, ia dapat diserahkan kepada negara untuk dididik, dibina, dan diberi pelatihan kerja

    Pasal 27 ayat 2
    Pidana kurungan dan denda terhadap anak nakal, dapat dijatuhkan ½ (setengah) dari pidana orang dewasa.
    Kesimpulan :


    Jika dilihat dari kronologi kasus diatas, Dari perbuatan para pelaku, dapat dibagi dan disimpulkan bahwa:

    1. Pelaku yang melakukan kekerasan dapat dikenakan pasal 353 ayat (2) subsider pasal351 ayat (2) yang menmperhatikan UU No 11 tahun 2012 Pasal 81 ayat 2

    2. Pelaku yang ikut serta dapat dikenakan pasal 353 ayat (2) subsider pasal351 ayat (2) jo pasal 55 dan 56 kuhp yang menmperhatikan UU No 11 tahun 2012 Pasal 81 ayat 2

    Berdasarkan Pasal 71D ayat (1) Jo Pasal 59 ayat (2) huruf i Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 Korban AU juga berhak untuk menuntut ganti rugi materil/immateril terhadap pelaku.

    Demikian lah pendapat saya mengenai pasal apa yang kira kira dapat menjerat para pelaku perundungan Audrey (AU) apabila Pihak Korban menolak Mediasi dan Diversi yang ditawarkan . Apa yang saya tulis diatas hanya Pendapat pribadi, Soal apakah perkara perundungan oleh korban (AU) ini ditindaklanjuti atau tidak, atau menempuh jalan mediasi ataupun pidana, menurut hemat saya, hal ini sudah menjadi kewajiban Aparat Penegak Hukum yang berwenang untuk menelusuri dan menuntaskan Kasus ini sesuai dengan penyelesaian yang seadil-adilnya, Agar tidak terjadi Korban seperti (AU) dimasa mendatang . Saya sangat berharap semoga Audrey (AU) dapat segera pulih dari Luka maupun Trauma nya, amin.
  • Postingan Pertama

    image source : .lawrenceabraham




    alhamdulillah...

    setelah beberapa kali saya mencoba untuk membuat blog pribadi menggunakan wordpress, drupal dan weebly , akhirnyaaaaaaaaa personal blog yang mau diseriusin dan yang sesuai kemauan  jadi juga berkat blogspot whahahhaa .

    Karena ini postingan pertama, Kurang afdol rasanya kalau gak kita sapa dulu nih para hoaaamers tercinta :D

    hoaaamers ? apaantuh? hahaha . Bagi yang belum tau, Hoaaamers itu adalah blog pertama saya yang dimulai dari smp kelas 1 . Dan asal kalian tau, dulu blog saya tuh termasuk nya blog yang terkenal loh . Cuma karena banyaknya hal , akhirnya blognya terbengkalai . 


    Dan oleh karena itu, Pada hari ini saya putuskan untuk membuka kembali blog pertama saya ini dengan penambahan domain TLD nama saya agar lebih mudah diingat :D

    Jadi untuk kedepan nya, blog ini selain akan diisi dengan keseharian saya, Insya Allah saya juga akan mengisi nya dengan berbagai informasi mengenai dan atau seputar dunia hukum . 

    yah karena ini postingan pertama, kayaknya segini aja ya . Semoga website ini akan lebih bermanfaat lagi kedepan nya, Amiiinn .

    ADDRESS

    Tanyakan lebih lanjut

    EMAIL

    saya@bimawandomashidayat.id

    MOBILE

    082211256660