• Sexy Killers, Dokumenter Fakta tentang gelap nya bisnis batu bara , PLTU , Pihak Penguasa , dan Pemerintah dibalik penderitaan Rakyat miskin di Indonesia




    "Sexy killers". Jika dilihat dari judul nya, mungkin yang terbesit pertama kali di benak Kita para anak muda adalah tentang sesuatu yg mungkin agak nyeleneh untuk diperbincangkan. Apalagi di 2 menit pertama , kesan nyeleneh itupun makin diperkuat dengan adegan adegan yg terlihat sangat tabu bagi beberapa kalangan Masyarakat, khususnya Orang Tua.

    Entahlah, mungkin judul unik dan cuplikan diawal dokumenter hanyalah sebagai daya tarik awal agar penonton semakin tertarik dan fokus dengan isi dokumenter tersebut 😁

    Dan siapakah yang berada dibalik pembuatan dokumenter ini ? Ialah Tim Ekspedisi Indonesia Biru beserta rumah produksi WatchDoc Documentary. Sebenarnya sudah banyak film sejenis dari hasil ekspedisi mereka diantaranya : Samin vs Semen (2015), Kala Benoa (2015), The Mahuzes (2015), Asimetris (2018) dan banyak lagi puluhan judul film lain nya, yang menurut kabar bahwa film Sexy Killers (2019) ini merupakan film terakhir dari ekspedisi mereka .

    film dokumenter lain garapan WatchDoc Documentary.

    Sebenarnya film ini sudah tayang serentak di seluruh Indonesia sejak tanggal 5 April kemarin, Tapi karena saya tidak begitu update di media sosial, saya baru tau hari ini 😂

    Lalu apa isi dan bagaimana pandangan Saya tentang film dokumenter yang berjudul Sexy Killers ini ? Secara garis besar, Film ini menceritakan dampak besar pertambangan batu bara guna Pembangkit Listrik Tenaga Uap terhadap masyarakat dan lingkungan. Di film ini juga menampilkan jika adanya keterlibatan aktif para pejabat dan purnawirawan di sektor pertambangan batu bara sebagai direksi, komisaris, pemilik saham dan sebagainya yg melingkupi hal tersebut.

    Sejumlah tokoh terkenal bahkan para calon pemimpin seperti Joko Widodo, Prabowo Subianto, dan Sandiaga Uno ternyata juga memiliki kepentingan politik dan ekonomi yang besar dalam bisnis batu bara di Indonesia. Bahkan jika kita perhatikan, Nama Jenderal TNI Luhut Binsar Panjaitan pun di sebut berkali-kali didalam video ini, Karena menurut data divideo ini secara tidak langsung menyebutkan bahwa Beliaulah orang yang paling bertanggung jawab atas segala sesuatu yang berhubungan dengan bisnis batu bara dengan PLTU di Negeri ini.

    Dokumenter ini dengan secara terang-terangan mengisahkan kesulitan banyak warga di Kalimantan Timur untuk mendapatkan air bersih, serta dampak lubang pertambangan yang sepanjang 2014-2018 telah merenggut 115 nyawa, setelah ekspansi pertambangan batu bara guna PLTU tersebut. Dan fakta lain yang didapat dari film dokumenter ini adalah megaproyek PLTU di kabupaten Batang Jawa Tengah yang diresmikan oleh Presiden Jokowi Dodo pada bulan Agustus 2015 lalu.

    Hingga saat ini, Warga Batang yang sebagian besarnya adalah nelayan dan petani telah berjuang untuk menentang "proyek kotor" pembangunan PLTU Batang bersama altivis Greenpeace. Ditemukan fakta, Bahwa Megaproyek PLTU Batang ini dibangun di kawasan konservasi Laut Daerah Ujungnegoro - Roban, perairan yang masih kaya dengan ikan dan terumbu karang nya dan Dibangun di atas tanah seluas 226 hektar, sehingga "memangsa" lahan pertanian dan perkebunan produktif.

    bahkan dimenit 35:37 seorang nelayan mengekspresikan kekesalan pembangunan PLTU , Menurutnya gara-gara orang pandai, gunung malah dijual , laut ditanami besi dan PLTU malah dibangun dimana-mana sehingga  tidak ada lagi tempat di indonesia untuk tinggal dan tidak ada lagi masadepan untuk anak anak kita kelak . Bahkan istri nya sebelum meninggal mengatakan "Tolak PLTU" sehingga akhirnya ia menangis di akhir wawancara .


    berikut informasi lengkap mengenai "OLIGARKI TAMBANG DIBALIK PILPRES 2019 " yang saya dapat dari " Jaringan Advokasi Tambang (JATAM)

    Oligarki Tambang.PDF:












    yah untuk besok , siapapun yang akan terpilih saya sebagai salah satu masyarakat berharap pemerintah kita bisa lebih baik lagi kedepan nya . Amiiin .



    Berikan rating
  • ADDRESS

    Tanyakan lebih lanjut

    EMAIL

    saya@bimawandomashidayat.id

    MOBILE

    082211256660